YA ALLAH KUATKANLAH DAKU
Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan “Kami telah beriman”, dan mereka tidak di uji ? (QS.Al-Ankabut: 2)
Iya, Allah pasti menguji hamba-hamba yang dikehendakiNya, hanya
bagaimana cara kita menghadapi ujian itu,.. apakah termasuk orang yang
terpuruk lalu menyerah ? atau orang yang bersabar pada benturan pertama ?
aku bersyukur atas ujian-ujian yang dihadiahkan Allah padaku..karena
aku yakin Allah memilihku untuk menghadapi masalah atau ujian hidup yang
cukup berat..
menangis ? iya, cukuplah saja tangisan ini sebagai batas kewajaran
karena aku manusia biasa.. cukuplah saja tangisan ini karena aku
menyesali salah dan dosa yang ku perbuat..
cukuplah saja tangisan ini sebagai ungkapan maluku pada Allah..
aku malu ya Allah… aku malu padaMu…
tapi apakah aku akan terus menangis lalu terpuruk ? aku memilih TIDAK !
aku yakin dengan janji Allah bahwa “Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”.. aku yakin itu..
Bukankah Allah pun berjanji bahwa “bersama kesulitan itu ada kemudahan”… iya kan ?
Allah tlah berjanji dalam QS.Asy-Syarh: 5-6
“maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan”..
Subhanallah, tangisku membuncah..aku yakin Allah selalu membersamai..
Jika ini adalah yang terbaik, aku yakin Allah tidak akan menyia-nyiakan aku.. aku yakin ya Allah…
Berat ? iya, memang berat..
Sesak sekali rasanya…
Ada buliran bening yang siap mengalir kapan saja…
Tapi aku yakin bahwa ujian yang berat itu akan berbuah manis asalkan
kita tetap mensyukurinya, bersabar, ikhtiar, dan berdoa memohon ampun
hanya kepada Allah..
Allah sudah merancang skenarionya sedemikian rupa, dan yakin saja bahwa skenario Allah selalu happy ending.. aku yakin itu..
aku terkadang merindukan masa kecilku.. masa di saat aktivitas
dipenuhi dengan bermain, bermain, bermain, bergembira, lalu tertawa…
tangisan memang hadir, tapi tangisan itu hanya karena saat ku terjatuh
dari sepeda, atau saat kakak mengambil mainanku, atau saat aku merengek
kepada ibu untuk dibelikan ice cream padahal aku sedang demam…
ah, aku rindu tangisan itu.. benar-benar rindu..
Berbeda sekali dengan tangisan yang dirasakan saat tlah dewasa
begini… tangisan kadang seketika membuncah karena beban-beban dipikiran
dan masalah kehidupan..
Ah, aku sok dewasa.. Ya, mungkin itu lebih tepat.. aku sok dewasa !
aku teringat lagi dengan surat cinta Allah bahwa “ ….boleh jadi
kamu tidak menyenangi sesuatu padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi
kamu menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui,
sedang kamu tidak mengetahui”. (QS.Al-baqarah: 216)
Allahu akbar..
Aku yakin ini adalah yang terbaik dari Allah untukku… aku yakin ini
adalah skenario Allah yang memang harus aku jalani dan harus terjadi
padaku…
Masalah-masalah hidup yang dihadirkan Allah ini mungkin untuk
menggugurkan dosa-dosaku, untuk membuat aku menjadi semakin bersabar,
Allah menempaku agar aku kuat, Allah mengujiku agar aku menghadapNya
dengan rengekan manja yang Allah rindukan..
Allah, aku rindu..
Sungguh, ujian yang datang padaku tidak sebanding dengan ujian yang pernah dialami oleh Rasulullah dan para sahabat…
Rasulullah dihina, dicaci maki, dilempari kotoran.. tapi beliau tetap
sabar.. Rasulullah Salallahu alaihiwassalam menyerahkan hidup dan
matinya hanya kepada Allah…
teringat kisah nabi Ayub yang diuji dengan sakit yang
berkepanjangan.. beliau tidak putus asa, beliau menjadikan sabar dan
mengharap pahala sebagai pilihan. . Begitu juga saat nabi Yunus memohon
jalan keluar kepada Allah..
Allah… kesabaranku tak sebanding dengan kesabaran Nabi Ibrahim yang
memohon keturunan, lalu Allah memberikannya amanah seorang Ismail, tapi
Allah mengujinya dengan memintanya menyembelih Ismail…. Tapi Nabi
Ibrahim AS tetap yakin dengan janji Allah.. Beliau as melaksanakan
perintah Allah dengan taat sehingga Allah pun memberikan kebahagiaan
padanya.. Allah mengganti “yang disembelih” itu menjadi seekor kambing,
dan Ismail tetap berada disampingnya, berpeluk-pelukkan ayah dan anak
ini sambil memuji Rabbi..
Subhanallah….
Allahu akbar, nikmat sekali bermunajat kepadaMu..nikmat sekali
mengadu kepadaMu, nikmat sekali merengek sambil tersedu kepadaMu..
Allah, indah sekali…
Saat ada masalah, tak ada yang seharusnya dikhawatirkan..
Apa lagi yang engkau khawatirkan ?? telisik lagi hatimu…
Jika masih ada kekhawatiran, itu artinya masih ada kekhawatiranmu
terhadap dunia.. Iya, pantaskah mengkhawatirkan dunia padahal akhirat
adalah tempat hidup yang kekal ?
TIDAK ! Tidak pantas !
Ku pahami lagi makna QS.Al-imran : 16.. aku terisak…”robbana innana aamannah”..
Ya Rabb, aku percaya.. ya Rabb, aku percaya..
Airmataku mengalir lagi… Lailaahailallah..
Lailaahaila anta subhanaka innikuntu minadzalimin…
Ampuni hamba ya Allah..
Permudahlah urusan hamba dan saudara-saudara hamba, di dunia dan di akhirat… ridhoilah ya Allah….
aamiin ya Allah..
https://mutiarakeluarga3.wordpress.com/2012/03/23/masalah-hendaknya-menjadikan-kita-semakin-kuat/

Comments
Post a Comment