KURANG TIDUR
Tidur memiliki peran penting bagi tubuh karena pada saat tidur tubuh
akan merawat kesehatan fisik dan mental kita. Fungsi ini penting agar
kita mendapat kesegaran saat bangun
sehingga selanjutnya siap menjalani aktivitas sehari-hari. Selain itu,
tidur juga ikut menunjang pertumbuhan, terutama pada anak dan remaja,
karena pada saat tidurlah hormon pertumbuhan dikeluarkan.

Kebutuhan tidur yang tidak tercukupi bisa menyebabkan Anda terlihat lelah saat bangun tidur atau menguap sepanjang hari. Beberapa hal berikut juga dapat terjadi jika Anda mengalami kurang tidur.

Yang Bisa Terjadi Jika Anda Kurang Tidur
Kebutuhan tidur tiap orang tidak sama, namun bagi kebanyakan orang, delapan jam waktu tidur berkualitas adalah kisaran yang dibutuhkan agar fungsi penting di atas dapat berjalan optimal. Yang terbaik adalah mengetahui seberapa banyak tubuh membutuhkan tidur dan sebisa mungkin mencukupinya. Bagi anak-anak dan remaja, kebutuhan tidur mereka setengah jam hingga satu jam di atas kisaran normal.Kebutuhan tidur yang tidak tercukupi bisa menyebabkan Anda terlihat lelah saat bangun tidur atau menguap sepanjang hari. Beberapa hal berikut juga dapat terjadi jika Anda mengalami kurang tidur.
- Menderita penyakit serius
Sebanyak
9 dari 10 orang yang menderita insomnia ternyata juga menderita
berbagai penyakit serius. Insomnia sendiri adalah kondisi seseorang yang
susah tidur atau sulit tidur nyenyak.
Penyakit
serius yang berisiko diderita oleh penderita insomnia adalah penyakit
jantung, baik berupa serangan jantung maupun gagal jantung. Ketahuilah
bahwa tidur berperan penting bagi kemampuan tubuh seseorang dalam
menyembuhkan dan memperbaiki pembuluh darah dan jantung. Itulah kenapa seseorang yang kurang tidur cenderung rentan menderita penyakit serius terkait kardiovaskular.
Penderita
insomnia juga mungkin menderita irama detak jantung yang tidak normal
(aritmia), diabetes, stroke, atau tekanan darah tinggi.
- Mudah sakit dan susah sembuh
Sistem
imun tubuh menghasilkan protein-protein yang dinamakan sitokin. Sitokin
dibutuhkan untuk membantu tubuh menghadapi infeksi, peradangan, dan
stres. Saat kita sedang tidur, tubuh merilis sitokin. Jika kita kurang
tidur, maka produksi sitokin ini juga akan berkurang.
Kurang
tidur juga menyebabkan menurunnya kemampuan sistem kekebalan tubuh dan
kinerja sel dalam memerangi infeksi. Hal itu tentu saja dapat berdampak
buruk kepada ketangguhan sistem kekebalan tubuh dalam melawan sumber
penyakit dan kecepatan proses kesembuhan secara alami.
- Menurunnya performa seks
Para
pria dan wanita yang mengalami kurang tidur dilaporkan mengalami
penurunan hasrat dan kurang tertarik untuk melakukan hubungan seksual.
Hasrat dan ketertarikan mereka berkurang akibat kelelahan, rasa kantuk,
dan meningkatnya stres.
Bagi pria penderita sleep apnea
atau masalah pernapasan yang mengganggu tidur, kemungkinan ada faktor
lain yang berdampak kepada kurangnya minat seksual mereka, yaitu kadar
hormon testosteron. Setidaknya separuh pria penderita sleep apnea dilaporkan memiliki kadar testosteron yang rendah dan mengeluarkan jumlah hormon testosteron yang tidak normal pada malam hari.
- Menurunkan daya ingat
Tidur
adalah saatnya memasukkan hal-hal yang telah dipelajari dan kita alami
ke dalam sistem ingatan jangka pendek. Pada saat tidur, koneksi saraf
yang mendukung ingatan seseorang mengalami penguatan. Jika siklus tidur
terganggu, otomatis konsolidasi ingatan pun akan mengalami gangguan.
Kurang tidur juga akan mengakibatkan seseorang cenderung mengantuk
yang merupakan salah satu faktor penyebab seseorang mudah lupa.
Mengantuk juga berperan penting bagi hilangnya kemampuan fokus dan
konsentrasi. Jika hal ini terus berlanjut, maka jangan kaget jika
ingatan Anda melemah.
- Mempercepat penuaan dini
Apa yang akan Anda lihat pada wajah orang-orang yang kurang tidur? Kulit pucat dan mata bengkak,
bukan? Jika kurang tidur terjadi terus-menerus, maka kulit akan menjadi
kusam, timbul garis-garis halus, dan terdapat lingkaran hitam di bawah
mata.
Hal ini terkait meningkatnya
produksi hormon kortisol pada seseorang yang kurang tidur. Hormon
kortisol yang berlebihan dapat menghancurkan protein yang bertugas
menghaluskan kulit dan membuatnya elastis atau biasa disebut kolagen
kulit. Kondisi kurang tidur juga berdampak kepada kurangnya produksi
hormon pertumbuhan. Hormon ini khususnya membantu meningkatkan massa
otot, menebalkan kulit, dan memperkuat tulang.

Comments
Post a Comment